Untuk Logikaku yang Tak Kumiliki
Lolongan itu terus saja saling berseteru
Bergulat dalam kotak kecil yang kubuat,
Bukan! Tapi meronta sendiri tanpa kumengerti
Kadang harus bertindak, memulas wajah
Seakan hanya bertindak untuk wajar, terlihatnya
Tanpa pikir! Karena tak bisa berpikir
Terus saja! "Jangan pedulikan apa yang kau dengar!"
Suara sunyi itu kian berisik...
Bahkan untuk genderang, ataupun gendang yang kuputar
Semua terasa mengganggu
Ada apa denganku?
Apakah ini mimpi dalam terjagaku
Ingin ku cepat terbangun jika ini mimpi
Namun yang mana yang mimpi?
Semua terasa melelahkan!
Ingin kuakhiri,
namun ujung tentang kesudahan tak jelas terlihat
Lantas haruskah menunggu atau mengejar?
Namun kemana jika mengejar?
Kemana logika yg sedari dulu membayang?
Apakah akan terus membayang? Gelap tak berarti apa-apa
Tanpa warna, tanpa makna, tanpa hidup yang pernah ada sebelumnya
Semarang, 12 Februari 2020
Bergulat dalam kotak kecil yang kubuat,
Bukan! Tapi meronta sendiri tanpa kumengerti
Kadang harus bertindak, memulas wajah
Seakan hanya bertindak untuk wajar, terlihatnya
Tanpa pikir! Karena tak bisa berpikir
Terus saja! "Jangan pedulikan apa yang kau dengar!"
Suara sunyi itu kian berisik...
Bahkan untuk genderang, ataupun gendang yang kuputar
Semua terasa mengganggu
Ada apa denganku?
Apakah ini mimpi dalam terjagaku
Ingin ku cepat terbangun jika ini mimpi
Namun yang mana yang mimpi?
Semua terasa melelahkan!
Ingin kuakhiri,
namun ujung tentang kesudahan tak jelas terlihat
Lantas haruskah menunggu atau mengejar?
Namun kemana jika mengejar?
Kemana logika yg sedari dulu membayang?
Apakah akan terus membayang? Gelap tak berarti apa-apa
Tanpa warna, tanpa makna, tanpa hidup yang pernah ada sebelumnya
Semarang, 12 Februari 2020
Comments
Post a Comment