Bencana Datang untuk menempa Melatih manusia Mensyukuri setiap bahagia Keindahan Hadir untuk dipertahankan Dalam perlakuan Yang menyejukkan Sayangnya Keindahannya tak bisa ku jaga Hanya kecewa Yang tersirat di ujung mata Pada kelopaknya Yang biasa menahan setiap air mata Tak ada kuasaku Terus menggenggam erat senyum itu Salahku Karmaku Merusak keindahan Jadikan kesedihan Perlu kau tahu Dalam sedih itu Jadikan bencana sistem fikir ku Semarang, 17 November 2018
Jingga menyerang, gerogoti birunya siang Adanya yang sekilas, Kisahkan cerita Pada singkat itu, pada peralihan petang itu Datangmu Memancu irama degup nadi Di sini, darah lontarkan tarian melodi Rasa yang terlalu fatamorgana Bahagia atau kebimbangan yang terasa? Bahagia karna kau ada Bimbang logika menafsirkannya Pandang yang menyudut itu Dengan kelopak yang sedikit menciut Manis itu terlihat Maafkan, karna tanpa perijinan Melalui cermin, mataku mencuri
Padamu... Pada sesingkat waktu itu Kau biaskan bahagia Dalam senyum dan tawa Sekarang Lebih layu Dalam wajah sayu Takutku Bungamu gugur Dan tinggalkan waktu Semarang, 4 November 2018
Comments
Post a Comment