Posts

Showing posts from February, 2020

Tema Cinta

Alinea telah banyak tertitik Antara koma atau apapun itu tak jelas, menjeda Predikat demi predikan lantas bertebaran Namun Subjek hanya bisa membayang Tanpa objek sebagai tujuan Dan cerita selesai, tanpa amanah ditorehkan Tema cinta kembali mencuat, muak! Apa itu cinta? Hal yang begitu abstrak Penuh misteri? Tidak, hanya drama dan ilusi Alinea masih bosan untuk memulai kembali Menyusun kata untuk yang kedua Menjalin benang merah antar semua masa, kembali Tidak! Masih belum untuk bisa kembali menikmati Bisa jadi lusa atau dekade yang berkata Semua hanya lotre yang tak akan mampu menjalin Menyulam kembali inti dari ruh yang terlepas, pergi Semarang, 21 Februari 2020

Nyata yang Fana

Kau pikir kami bahagia? Terimakasih atas rapalan doa dalam duga Kami berusaha, sekedar untuk tetap bernafas Menikmati cahaya yang merembas ke mata Menyusun kata, mengelabuhi diri Mencari pembenaran atas apa yg terjadi Tanpa perlu nyata, terungkap Nyata itu fana Hanya pola yang kusut, terbentuk ketiadaan Semarang, 16 Februari 2020

Pesan untuk Bintang

Untuk bintang yang di sana Tak lelahkah bersinar? redup Jauh, kau sinari bumi Untuk apa? Cahayamu saja tak sampai Tak mau tidurkah?  Sudah lah, berhenti bercahaya... Adamu percuma Semarang, 14 Februari 2020

Jangan Peduli

Dimana diam lebih merdu ketika kau tak ingin dengar Dimana api lebih dingin di kala kau tak peduli Sarafmu... tidak, maksudku otakmu Bisa memanipulasi diri Dengan tidak peduli kau akan lebih bijak Bijak dalam urusan orang lain Tak akan salah, karena memang tak memasukinya Jangan suka membantu, kadang kau tak dihargai Atau dimanfaatkan. Kebaikanmu memunculkan ketagihan!!! Jika kau tak peduli kataku Keapatisanku kau jg tak ikuti Maka terserahlah, Ingat! Jangan peduli, termasuk kataku Berbaiklah sesukamu, hingga orang sungkan untuk menjatuhkan Semarang, 14 Februari 2020

Untuk Logikaku yang Tak Kumiliki

Lolongan itu terus saja saling berseteru Bergulat dalam kotak kecil yang kubuat, Bukan! Tapi meronta sendiri tanpa kumengerti Kadang harus bertindak, memulas wajah Seakan hanya bertindak untuk wajar, terlihatnya Tanpa pikir! Karena tak bisa berpikir Terus saja! "Jangan pedulikan apa yang kau dengar!" Suara sunyi itu kian berisik... Bahkan untuk genderang, ataupun gendang yang kuputar Semua terasa mengganggu Ada apa denganku? Apakah ini mimpi dalam terjagaku Ingin ku cepat terbangun jika ini mimpi Namun yang mana yang mimpi? Semua terasa melelahkan! Ingin kuakhiri, namun ujung tentang kesudahan tak jelas terlihat Lantas haruskah menunggu atau mengejar? Namun kemana jika mengejar? Kemana logika yg sedari dulu membayang? Apakah akan terus membayang? Gelap tak berarti apa-apa Tanpa warna, tanpa makna, tanpa hidup yang pernah ada sebelumnya Semarang, 12 Februari 2020

Prasangka Citra

Baik atau buruk itu kenyataan Tapi citra yang kau terima, kadang berbeda Kadang pula sikapmu yang menjadikannya berbeda Kau terlalu baik Hingga tak peduli apapun, terus berprasangka baik Jangan begitu Hingga suatu saat kau tahu Kau akan kecewa Karena teman dekatku lbh tahu, dan nyata saja Mungkin, kalau tak ada penambahan dalam fakta Tentang Kebangsatan diriku, kau tahu? Aku ingin tertawa! Dan bangsatnya mereka!!! Dengan mudah bercerita, padahal telah dipercaya Semarang, 7 Februari 2020

Secarik yang Kau Beri

Kata siapa senyum bisa menyenangkan hati? Namun yg kurasa runtuh, tak lagi berkonstruksi Saat itu Secarik kata pamit yang kau berikan, mengganjal Dan teka-teki kudapat setelah hari berlalu Sore itu saat mengunjungimu, senyummu kau berikan Senyum terahir dengan mata sedikit menyipit Terakhir untuk bercakap, dan seterusnya terhenti Senang? Ya, karena kau baik-baik saja Namun senyummu yang kedua, Kau datang, dengan rombongan Dengan seutas kain yang menghias dagu, hingga kepala Dan hijab putih serta bedak tipis yang menyertainya Senyummu, tak membuatku sedikitpun bahagia Decak air mata turun kala itu, dan kini saat mengingatmu Semarang, 7 Februari 2020