Posts

Showing posts from December, 2019

Rinduku Tak Bertuan

Pagi ini, dingin mendominasi Mengiring ku kembali Rumah, lama kutinggal Dengan segenap rencana yang kuhimpun Ku ingin kembali, untuk menyusun Kutarik nafasku dalam-dalam Seketika, semerbak wangi datang Bukan pada rongga pernafasan, Muncul dari ingatan, terngiang Wangi yang tak asing, namun tak kukenali Saat mulai sayup ternampak Yang kutahu, rinduku juga ingin berpulang Namun sekali lagi tak bertuan Semarang, 20 Desember 2019

Masih Aku dan Sajakku yang Dulu

Aku masih tetaplah aku Tak berubah bahkan jika ada kamu terselip diantara sajakku Sajakku yang bermula dari sebuah kebuntuan Yang tersemat pada kata, yang perkatanya menyambut sekembalinya Yang terpisah diantara ruang kosong pada setiap jeda Kadang, koma menghentikan barang sesaat pada kalimat tentang cerita Namun tetap saja berakhir pada gelapnya titik di akhir pemenggalan Walau diksi telah kupilah Agar bentuk terkesan indah Namun sama saja, makna masih mengandung sedikit didih darah Sebagaimanapun rima berusaha disamakan Tetap saja terlalu dipaksakan Karena sajak tak harus sama Sajak perlu rima yang berbeda Dan akan terus berbeda hingga bait terakhir menutup cerita Semarang, 16 Desember 2019

Masuk Dalam Pertimbangan

Sebuah lubang sedikit menganga Muncul memberi ruang cahaya untuk melalui, kecil Sangat kecil menampakkan Hingga nyaris tak terlihat Tak bisa dianggap lubang jika hanya kecil Bahkan kain yang rapat pun ternyata penuh dengan lubang Tapi ini berbeda Masalah kerapatan kaca sebagai kiblatnya Dengan satu lubang kecil seperti di kain sari wanita india Tak terlihat Memang tak terlihat Namun bisa dipertimbangkan bahwa memang ada Tunggu saja saat besar nantinya Mungkin bisa atapun tidak Semarang, 16 Desember 2019

Otakku: Bersahabatlah

Kau terlalu banyak istirahat sampai lupa bagaimana kontraksi, barang sesaat Lokermu terlalu penuh Dibuang? Sayang, atas semua jerih yang pernah diperjuangkan Tahan? Tidak, terlalu penuh untuk diiisi hal baru Otakku, bersahabatlah Aku masih membutuhkanmu Sekedar darah mengalir, jantung berdetak... Aku masih membutuhkanmu! Untuk semua penyelesaian Dan semua yang datang di kemudian Semarang, 10 Desember 2019

Kuatmu di Usia Renta

Keren... Sosok renta itu masih saja tegar Menyimpan semua jerih, perih serta semua yang dirasanya. Sesak! Yang tadinya sempat meronta, mengeluh kesana kemari hingga lupa siapa yang meranakkan Sejujurnya dia hanya sendiri, sebatang kara di bawah langit yang luas Tanpa ada cagak tanpa ada tonggak, sekedar menopang Kini usia semakin renta, namun hatinya semakin kokoh Dia tahu dia bisa, dia faham mengeluh tiada guna, jika bukan untuk sesiapa Entah itu yang sebenarnya terjadi, atau gambarang yang bisa ternampak Tapi itu suatu perubahan besar Berubah dari suatu yang tanpa daya, lemah, atau mungkin sok lemah untuk mengiba Atau benar-benar lemah dan memanfaatkan kelemahannya! Kini sudah bisa tegak Berdiri diatas kaki keduanya yang dimiliki sedari kecil Teruslah begitu hingga apa yang kau sebut kebahagiaan hadir Semarang, 9 Desember 2019

Kupu Tanpa Sayap

Sering, sesering cerita itu bersautan Tanpa henti tanpa pula mati Setiap huruf berjajar, rapi, membentuk pasukan paragraf Cerita tentang ulat yang bukan siapa-siapa Dengan ejekan pada setiap temunya Menjadi kepompong, diam, tanpa sedikitpun bergerak Tanpa sedikitpun berteriak, bahkan bisikpun tak nampak Hingga kupu-kupu yang indah Dengan sayap bermotif lurik Cerita itu tak bertahan lama, kasihan Sayapnya terlalu rapuh, gambaran mulai berpudaran Dan hancurnya, tak akan kembali tumbuh mendarma Semarang, 6 Desember 2019

Tanyaku Padamu

Tanyaku padamu, pada lentik di ujung mata Tentang mulainya waktu tercipta, yang entah sampai kapan berakhirnya Tentang sungai yang jernihnya entah terkeruhkan Tanyaku padamu di genggaman Tentang adanya ketiadaan Tentang nyatanya kepalsuan Tanyaku padamu, pada bibirmu Tentang arti dari sendiri Tentang nyamanmu dari kejauhan Tentang semua hal yang pernah hinggap dan ingin berpulang Semarang, 2 Desember 2019