Kunci tak lagi bisa membuka gembok Pagar jeruji, tetap kokoh berdiri Tak goyah Tak ada celah keluar Tak ada celah masuk Tak ada, Harapan untuk melihat tanah lapang Jeruji memisahkan Memetak antar ruang Ruang tawa Ruang derita Dan ruang ketiadaan Tiada mu, Membuat pengap bilik ini Berair, Tak ada manis hanya aroma amis Dari aliran darah sebab tak ada lagi air mata untuk menangis Tak ada tawa apalagi sederet canda Hanya getirnya nanah dan perpisahan Tak lagi ada syurga Tak lagi ada bengawan Yang mana hanya tertinggal lukisan Lukisan yang pernah kau katakan 'Indah?' Ya lukisan teramat indah! Kau melukis, mewarnai Menempelkannya pada dinding ruang, Dimana kita bangun romansa berdua Dan kau keluar Pamit, mengunci Pergi dan tak kembali Lukisan itu, Masih ada Masih terpampang disana Dan saat burung kecil datang Memberi sedikit kata, Yang senyap Namun sarat akan makna Bahwa lukisan itu palsu Seketika Keindahan menjadi kehinaan Dan inil...