Terbuang
Sebuah hutan tiba-tiba muncul di pelataran. Dari balik jendela, semua rumah telah hilang, hanya barisan pepohonan yang terlihat. Dela hanya bisa terbelalak melihat semua kenyataan itu. Dia tak menyangka kalau tempat yang dia tinggali akan berubah. Dia terbangun, memanggil ibunya namun tak ada jawaban sama sekali. Dengan bekal kebingungannya dia berjalan ke sertiap sudut rumahnya, menyisir seluruh tempat yang bisa dia gapai. Ruang tengah, kamar-kamar, dapur, ruang bawah tanah, balkon, siapapun tak ada di sana. Dia berjalan keluar, memanggil siapapun yang dapat dia temui. Tak ada balasan, hanya desir angin dan kesunyian yang membalas sapaannya. Diapun duduk di beranda rumah. Menunggu seseorang datang. Yang entah siapa itu, dengan bermodalkan keyakinan kalau akan ada seseorang yang bakal datang menemuinya. Dia hanya ingat nama dan memori kalau dia memiliki ibu. Namun wajah dan nama ibunya sama sekali tak diingatnya. Dia mau menangis, tapi tak tahu apa yang akan dia...