Posts

Showing posts from October, 2019

Terbuang

Sebuah hutan tiba-tiba muncul di pelataran. Dari balik jendela, semua rumah telah hilang, hanya barisan pepohonan yang terlihat. Dela hanya bisa terbelalak melihat semua kenyataan itu. Dia tak menyangka kalau tempat yang dia tinggali akan berubah.   Dia terbangun, memanggil ibunya namun tak ada jawaban sama sekali. Dengan bekal kebingungannya dia berjalan ke sertiap sudut rumahnya, menyisir seluruh tempat yang bisa dia gapai. Ruang tengah, kamar-kamar, dapur, ruang bawah tanah, balkon, siapapun tak ada di sana. Dia berjalan keluar, memanggil siapapun yang dapat dia temui. Tak ada balasan, hanya desir angin dan kesunyian yang membalas sapaannya. Diapun duduk di beranda rumah. Menunggu seseorang datang. Yang entah siapa itu, dengan bermodalkan keyakinan kalau akan ada seseorang yang bakal datang menemuinya. Dia hanya ingat nama dan memori kalau dia memiliki ibu. Namun wajah dan nama ibunya sama sekali tak diingatnya. Dia mau menangis, tapi tak tahu apa yang akan dia...

Jangan Dibaca!

Bisikan angin menyuarakan kebingungan Kian malam, semakin saja dingin ditawarkan Kau sudah terpejam, sedikit bicara dan hilang Aku, masih terjaga Dengan bodohnya merangkai kata Kata dengan sajak tak bermakna Tak berujung Tak menyimpan arti apapun Hanya sebuah sampah adanya Yang tak perlu kau baca Tak perlu juga kau tanya tentang makna Karna tak mungkin ada jawaban, barang sekata Karena kamu, tak bisa kudeskripsikan sekedar dengan bicara KKN 73 POSKO 78 H-31 PENARIKAN

Mengapa Begitu?

Pendidikan memang untuk mendidik Terdidik bukan berarti menjadi cerdik Banyak... Sangat banyak, Status pendidikan, dimanfaatkan Mahasiswa, menjelma dewa Berjalan menantang langit Tak mau merunduk sekedar menyapa orang duduk Sekedar senyum untuk formalitas, kadang enggan terlintas Datang ke desa, bukannya mengabdi Tapi menggurui Sok bijak, padahal bodoh terbalut tamak Merasa serba bisa, padahal tak tahu apa-apa Merasa suci, padahal buruk potensi Sadarlah Jangan membawa tinta pada bejana Jadilah karang Yang tetap menjadi dirimu Tanpa merusak kejernihan sekitar Paling tidak, sedikit menghias Cukupkah? Tidak Jadilah karang tempat berlindung ikan Tempat ikan bertelur Tempat telur menetas Menetaskan benih pembaharu Dan ketika kau berlalu Ada benih baik tentang kisahmu..

Paket Mimpi dan Rindu yang Tak Bertepi

Seketika ngantuk terasa Inginku terlelap, menatap rajutan mimpi, di dalamnya dan tenggelam Hilang sudah arti kata sadar Hanyut pada alam yang berbeda Menyisa raga di atas ranjang Namun nyawa entah kemana dia menghilang Sesaat setelah jauh Raga kembali terjaga Kantukku tak kunjung reda Seakan masih saja menindih, dengan sedikit letih Sama seperti rinduku Telah usaha terobat, dengan temu Bersama tatap dan tangan yang saling menetap Masih saja, rindu tak sedikitpun sirna Purworejo, 4 Oktober 2019