Secarik yang Kau Beri
Kata siapa senyum bisa menyenangkan hati?
Namun yg kurasa runtuh, tak lagi berkonstruksi
Saat itu
Secarik kata pamit yang kau berikan, mengganjal
Dan teka-teki kudapat setelah hari berlalu
Sore itu
saat mengunjungimu, senyummu kau berikan
Senyum terahir dengan mata sedikit menyipit
Terakhir untuk bercakap, dan seterusnya terhenti
Senang? Ya, karena kau baik-baik saja
Namun senyummu yang kedua,
Kau datang, dengan rombongan
Dengan seutas kain yang menghias dagu, hingga kepala
Dan hijab putih serta bedak tipis yang menyertainya
Senyummu, tak membuatku sedikitpun bahagia
Decak air mata turun kala itu, dan kini saat mengingatmu
Semarang, 7 Februari 2020
Namun yg kurasa runtuh, tak lagi berkonstruksi
Saat itu
Secarik kata pamit yang kau berikan, mengganjal
Dan teka-teki kudapat setelah hari berlalu
Sore itu
saat mengunjungimu, senyummu kau berikan
Senyum terahir dengan mata sedikit menyipit
Terakhir untuk bercakap, dan seterusnya terhenti
Senang? Ya, karena kau baik-baik saja
Namun senyummu yang kedua,
Kau datang, dengan rombongan
Dengan seutas kain yang menghias dagu, hingga kepala
Dan hijab putih serta bedak tipis yang menyertainya
Senyummu, tak membuatku sedikitpun bahagia
Decak air mata turun kala itu, dan kini saat mengingatmu
Semarang, 7 Februari 2020
Comments
Post a Comment