Posts

Showing posts from November, 2018

Ragu

Kelu hati yang masih terasa Pada nyeri yang tersisa Siap atau tidak cinta itu tiba Menerima??? Mungkin nanti saja Jangankan lidah untuk mengutarakan Jantungpun tak sanggup mengartikan Hati juga  samar Batin riuh bergemuruh Dipenuhi ketakutan Takut hilang Hilang sebelum sempat berikatan Namun di saat yang sama Belum siap untuk berjalan Dan kembali terjerembap di persimpangan Semarang, 22 November 2018

Tak Berdaya

Pada sebuah batu, Dia berkata: Kuatlah! Ikat semua kesadaran yang beterbangan Kesadaran yang terlalu jauh Lama kau dambakan Separuh kesadaran, Yang lama kau biarkan Tanpa pengikat Tanpa pemilik tetap Kau pemiliknya! Jangan biarkan liar Ambil! Jika tak mampu menangani Carilah seseorang yang kau percayai Semarang, 21 November 2018

Mati

Mengering sudah, Hamparan hijau rimbun itu Yang pernah megah, Terus tawarkan kesejukan Kau pergi, Tak lagi sempat mengairi Dan Kaubiarkan hingga mati Semarang, 20 November 2018

Salah

Bencana Datang untuk menempa Melatih manusia Mensyukuri setiap bahagia Keindahan Hadir untuk dipertahankan Dalam perlakuan Yang menyejukkan Sayangnya Keindahannya tak bisa ku jaga Hanya kecewa Yang tersirat di ujung mata Pada kelopaknya Yang biasa menahan setiap air mata Tak ada kuasaku Terus menggenggam erat senyum itu Salahku Karmaku Merusak keindahan Jadikan kesedihan Perlu kau tahu Dalam sedih itu Jadikan bencana sistem fikir ku Semarang, 17 November 2018

Sembunyi

Siang ini Mentari dengan sedikit malu Terus bersinar,  namun tipis Terhalang awan kelabu Ku bertanya, Mengapa kau begitu? Masih marah kah padaku? Apa kau berusaha menghilang dan berlalu? Ayolah... Kau meredup, Saat ku lebih sering bercengkrama dengan bulan Bukannya memilih bulan Hanya saja Kau terlalu berusaha hangat Tapi dingin dalam kata Dan pertemuan Semarang, 13 November 2018

Tanya Hujan

Malam ini Tanah berubah basah Untuk yang kesekian Dari langit, hujan Kau curahkan Hujan-Mu... Datang tanpa permisi dahulu Datangnya, Ada kala orang mengumpatnya Ada juga yang bersuka ria Lantas, Hujan untuk siapa? Semarang, 12 November 2018

Bermain Memori

Tanah yang masih basah Dari sisa hujan yang menerjang Pada sisi teras ini Ku terus memandang pelataran Gulita Warna yang pekat menghiasi sunyi Sendiri , Termagu mengorek memori lalu Hingga rasa itu kembali, Rindu Datang menghantu Ku rindu senyummu Kala itu Semarang, 9 November 2018

Hempas

Telah terbuang sekian waktu Hilang hanya untuk diam Menikmati suasana kepergian Tak berguna! Hempaskan saja, patahkan Jangan terus terdiam Hiduplah pada pembaruan Semarang, 06 November 2018

Ketakutan

Padamu... Pada sesingkat waktu itu Kau biaskan bahagia Dalam senyum dan tawa Sekarang Lebih layu Dalam wajah sayu Takutku Bungamu gugur Dan tinggalkan waktu Semarang, 4 November 2018

Damai Terancam Punah

Riuh sedang menggebu Bergejolak warnai negeri Pilar kedamaian yang kokoh menaungi Kini mulai tergerogoti Perbedaan yang pernah menyatukan Pagi ini, mengantar isu kehancuran Semarang, 2 November 2018