Berburuk Sangka Baik
Jangan mengira menari karena senang hati Bisa saja gila sedang menggenang Atau sedih menepis bincang Karena tak perlu kata Untuk menjelaskan setiap nafas Atau setiap denyut yang angan gerakkan Jangan mengira tawa adalah bahagia Bisa saja sama sekali tak ada rasa Kosong telah memenuhi setiap bilik otak yg sempit Karena tawa hanya butuh suara Sedang senyum, sunyipun bisa Jangan kira kasih karena memiliki Miliki sesuatu yang bisa terkasih Bisa saja tak punya 'apa' Apalagi 'bagaimana' Karena untuk memberi bisa dengan mencuri Memberimu, menghilangkan dari sesuatu Hingga sebenarnya kau hanya hampa Semua yang kau 'aku' sama sekali tak ada Jangan meng-aku dirimu, sedikit saja Dan Untuku mu, yang tidak memiliki 'kau' Apa lagi aku? -haha, berhayal Lantas Suaramu yang bukan milikmu Suka saja mendengarnya Serta Senang saja mengetahui itu Keberadaanmu yang bukan kamu Semarang, 26 Januari 2020