Ini bukanlah sebuah makna Namun sekelebat kata yang benar terungkap Tak usah mencari arti tersembunyi, susah Sudahlah, nikmati yang nampak saja, tersenyumlah Jangan sekali bersedih dengan bodohmu, yang tak memiliki kata mampu Kau itu bodoh, akui saja Agar kau faham untuk belajar Jangan merasa kau layak, hingga lupa memperlayak Hingga lupa bahwa kau memang tak layak, untuk semuanya Untuk sedikit saja pujian, bahkan cacian Kau tak layak untuk dicaci, maka berbanggalah Bukan karena sayang atau bahkan iba, atau karena mencaci itu hal buruk Bukan... Tapi memang tak layak dicaci Karena untuk mencaci berarti peduli Dan kau, bahkan eksistensimu untuk sekedar ada, tak penting Tak sepenting polusi, walau sedikitpun itu Semarang, 8 Januari 2020