Posts

Showing posts from September, 2019

Sebentar Saja

Bisakah kau diam? Barang sebentar Tak lama, Tetaplah tinggal, dan tak meninggalkan Jangan jauh, pun jangan menjauh Diamlah sejenak, barang jarak sejengkal Agar ku tahu, tak sendiri merawat rindu Tak usah berucap ,tak mengapa Dengan adanya kau disini, hadir menemani Tak usah ku bercengkrama dengan sebait sepi Semarang, 18 September 2019

Maafkan Aku Seorang Bajingan

Kau boleh memanggilku apa saja Bajingan, mungkin itu yg kau bayangkan Boleh saja, karena memang aku seperti itu ... Sesukamu, aku tak peduli 'Anjing!' Dengan sedikit geram dan serapah lain Boleh kok kalau memang sangat benci dan ingin memaki ... Aku tak apa Aku tak masalah dengan itu semua Karena ku pernah bertemu Pada halaman kitab 'Kasifatus Saja', di tahun lalu Anjing sangat mulia Mereka lebih sufi dari seorang aku yang hina ini Hanya saja mereka terbalut sampul yang  tak sesempurna manusia ... Silahkan kalau mau memanggilku begitu Doakan saja Agar kudapat mengamalkan kebiasaan mereka Dari kebiasaan baik anjing yang terhina Semarang, 6 September 2019

Peduli Apa?

Peduli ada dengan kata Aku berbuat tinggal berbuat Aku menulis sekedar menulis Kusuka... Itu saja yang kupunya Aku suka menulis, sekedar suka saja Tak peduli dengan apa orang berkata Hanya suka itu saja, untuk saat ini Sama denganmu Tak perlu ada alasan untuk kusuka Untuk sesukaku memandang setiap senti perpindahan Untuk semua yang bisa mataku ambil bayangan Untuk sesukaku pada saat berdampingan Semarang, 6 September 2019

Kamuflase

Asu! Mungkin itu yang akan aku ucapkan Yang akan aku lantangkan, keras Sehingga kau mendengar, pekak Ketika aku tahu apa yang nyata, dari yang terduga ... Namun tidak... Naluriku masih berjalan Naluriku masih normal Naluriku masih dapat mengira yang akan terjadi Pertama kau seolah baik, ternyata picik Kau menangis, nyatanya bengis Berkata selalu saja bersahabat, ternyata menyelengkat Katamu kedepan, jauh Ya jauh Jauh untuk terus menjatuh ... Selamat tinggal! Itu bukan menyuruhmu tetap tinggal Tapi silahkan pergi, Jangan sedikitpun menoleh kembali Semarang, 5 September 2019

'Aku' Merendahkan

Semena-mena menjadi biasa Biasa dilakukan tanpa pertimbangan Tanpa takut balasan akan mengikut ... Sekedar meng-aku Seenaknya kau berlaku Tak lagi berhati-hati, mengerem diri Senaknya memakai, memaksa, merusak dan porak poranda Tanpa takut berdosa ... Maka Tuhan menitipkan, sebagai bekal kehidupan Bukan memberi, agar kau tak sesuka diri ... Apa arti kepemilikan ketika kau merendahkan? Milikku! Punyaku! Milikku! Lantas kau merusak!!! Hingga.... Pantaskah kita berteriak 'Tuhanku!!!'? ... Mungkin begitu alurnya Sedemikian sehingga jalan yang tertawar Belum ada saat untuk memiliki Seperti halnya burung diatas mata angin Agar sayap langkah terbebas menari Kesana kemari, riang Bukan terkekang aturan dan sepetak sungkan Semarang, 3 September 2019