Masih Aku dan Sajakku yang Dulu
Aku masih tetaplah aku
Tak berubah bahkan jika ada kamu terselip diantara sajakku
Sajakku yang bermula dari sebuah kebuntuan
Yang tersemat pada kata, yang perkatanya menyambut sekembalinya
Yang terpisah diantara ruang kosong pada setiap jeda
Kadang, koma menghentikan barang sesaat pada kalimat tentang cerita
Namun tetap saja berakhir pada gelapnya titik di akhir pemenggalan
Walau diksi telah kupilah
Agar bentuk terkesan indah
Namun sama saja, makna masih mengandung sedikit didih darah
Sebagaimanapun rima berusaha disamakan
Tetap saja terlalu dipaksakan
Karena sajak tak harus sama
Sajak perlu rima yang berbeda
Dan akan terus berbeda hingga bait terakhir menutup cerita
Semarang, 16 Desember 2019
Tak berubah bahkan jika ada kamu terselip diantara sajakku
Sajakku yang bermula dari sebuah kebuntuan
Yang tersemat pada kata, yang perkatanya menyambut sekembalinya
Yang terpisah diantara ruang kosong pada setiap jeda
Kadang, koma menghentikan barang sesaat pada kalimat tentang cerita
Namun tetap saja berakhir pada gelapnya titik di akhir pemenggalan
Walau diksi telah kupilah
Agar bentuk terkesan indah
Namun sama saja, makna masih mengandung sedikit didih darah
Sebagaimanapun rima berusaha disamakan
Tetap saja terlalu dipaksakan
Karena sajak tak harus sama
Sajak perlu rima yang berbeda
Dan akan terus berbeda hingga bait terakhir menutup cerita
Semarang, 16 Desember 2019
Comments
Post a Comment