Muara yang berbeda

Mengalir, sebuah istilah penggambaran kisah...
Pada titik awal datang, Pada laju arus pelan
Sebuah cerita datang mulai terlukiskan
Tanpa beriak tanpa gelombang
Hanya senyummu yang menawan

Kala itu
Rasa manismu tercampur sipu
Merona, terbias pancaran surya

Awal kisahmu dalam mengairiku
Ada penghalang, tapi arusmu lebih membuat nyaman
Walaupun ku tau itu, setelah beberapa waktu berlalu
Salahku,, lebih menunggu genangan
Yang terlihat dalam dan tenang, namun setiap gerakku hanya mempu membuatnya diam

Saat genangan menghilang, arusmu semakin menghanyutkan
Tak lama, setelah ku harus beranjak kepuncak
Arusmu Sempat tak terdengar
Kau mengalir pada alur lain

Kuasaku menanti dengan telaga
Telaga penuh kesetiaan, yang tak pernah kering
Bodohku hanya sebentar membasuh dan pergi tanpa menyalami
Telaga menjadi keruh
Telaga itu kosong, walau akhirnya ada kehidupan baru didalamnya

Ku, menanti pada alur kering
Seketika, aliranmu datang
Menghidupi setiap hulu dan hilir ceritaku
Mencairkanku, dalam aliran yang sama
Pada ujung muara, sebuah delta memisah Dan memutus aliran,

Sekarang kau telah sampai lautan biru
Dan aku, masih terjebak keruhnya daratan yang dulu

#Semarang

Comments

Popular posts from this blog

Salah

Cerita Senja