Metamorfosa Sementara
Senja yang mulai meyingsir berganti petang. Tak kuasa tuk
ingatkan seseorang pemuda dari jerumusan persetan. Dengan jalan yang agak
mendoyong terpengaruh minuman keras. Dia pun tertawa sambil
lantunkan lagu sumbang tak enak didengar.
Beberapa saat ada seorang nenek renta sedang berjalan membungkuk menyusuri setapak terjal. Pemuda tersebut bertanya dengan tak bertutur kerama “heh bangkai berjalan.. udah tua kenapa masih jalan aja, ganti lah kegiatannya. Nyangkul tanah atau apa biar entar kalau capek terus mati tak usahlah ngerepotin orang buat ngankat-ngangkat, langsung udah nyungsep ke liang kubur. udah aja tinggal kubur”. Sang nenek tersenyum lalu menjawab “jalan nenek masih panjang dan nenek akan menyusurinya sesampai nenek nanti harus berulang”. Leleki itu hanya terdiam mendengar katasang nenek.
Beberapa saat ada seorang nenek renta sedang berjalan membungkuk menyusuri setapak terjal. Pemuda tersebut bertanya dengan tak bertutur kerama “heh bangkai berjalan.. udah tua kenapa masih jalan aja, ganti lah kegiatannya. Nyangkul tanah atau apa biar entar kalau capek terus mati tak usahlah ngerepotin orang buat ngankat-ngangkat, langsung udah nyungsep ke liang kubur. udah aja tinggal kubur”. Sang nenek tersenyum lalu menjawab “jalan nenek masih panjang dan nenek akan menyusurinya sesampai nenek nanti harus berulang”. Leleki itu hanya terdiam mendengar katasang nenek.
Rasa bingung yang kini mengurungnya menyertai sesapai di rumah, hingga
membuat dia terkulai di pojokan teras, yang membuat terhanyut dalam mimpinya.
Saat fajar mulai tersenyum dalam kehangatan, hatinya tersentak melihat
elok anggun sang malaikat bersandar di pagar besi berkarat depan rumah.
Sang malaikat itu rupanya anak pindahan dari kota jauh. Seketika itu juga dia merasakan cinta akan aura wanita terindah. Hari demi hari dia lalui sambil menelan air neraka, dia pun mengingat si cantik dari surga.
Tekatnya kini telah bulat tuk uraikan kata cinta untuk sang wanita syurga. Gadis itu tak menolak karna dia tau “setiap orang pastilah berubah kalau orang itu mau mengubahnya” akan tetapi,sang gadis memberi 4 syarat:
1. Tak boleh mengulang dosa dosanya
2. Haruslah bertobat ke YANG KUASA
3. Ramahlah dalam tutur kata
4. Mengikuti dan mentaati aturan 1,2 dan 3
Demi cinta hal yang tersulit belum pernah dia hadapi kini iat aklukan begitu saja. Sampai akhirnya sifat yang tadinya bagai batu karang kini selembut sutra. Hari demi hari dia lalui bergelut dengan cinta.suatu saat diatak sengaja mendengar perkataan dokter dengan ayah kekasihnya. Kini dia pun tau bahwa sang kekasih mengidap sakit yang serius di pencernaanya. Kata diagnose dokter,hidupnya taksampai 3 bulan kedepan.
Hatinya hancur. Pecah begitu saja mendengar semuanya. Kan tetapi bukanlah air terlaknat yang mengobati depresi hidupnya, melainkan titik demi titik deras airmata sebagai penyejuk dalam hati. Itu Karena dia telah berjanji untuk senantiasa meninggalkan segenap dosanya.
Walaupun begitu sang laki laki tak mau terlihat murung didepan kekasihnya. Di berusaha ceria dan berusaha tuk membuat kekasihnya bahagia. Sesapai suatu malam dimana gerlip bintang menghilang, tepat tanggal dokter tentukan sang kekasih mencapai ajal. Tiba tiba sang kekasih memegang perutnya kesakitan,kini Senyumnya berubah sayu dia mengingat kini malam terakir untuk cintanya.
Ayah sanggadis pun datang,si cantik jelita itu serentak ingin beranjak. walau pemuda itu akan mengantar, tapi dirinya pun tak diijinkan melihat sang pujaan hati kesakitan. Dia hanya bisa menatap sepucuk surat yang sengaja dirangkai tangan mungil oleh kekasih tercintanya. Dengan air mata yang bergelimang deras membasahi setiap kata yang terangkai, dia mulai membaca.
“sayang kau embun pagiku…. hari hari banyak kita lewati bersama. Seakan kuncup yang dulu selalu mengkatup telah mekar bersamamu, karenamu. Aku sengaja tak memberi tau akan keadaanku. Tapi sepertinya kamu telah mengetahuinya. Mungkin waktuku telah dekat, tapi ku tak ingin melihatmu menangis. Ku ingin kau tetap seperti sekarang, kau yang baik yangbisa mengalahkan hasutan jahat. Yang bisa melindungi siapa yang kau cintai. Yang menepati janji …kini ku harus pergi,meninggalkan mu, jangan takut kasih,,,, ku takkan pergi lama,, ku hanya menemui seorang ,, seorang yang menyajikan mie instan tuk hilangkan sakit perutku akibat dari siang main-main sama kamu sampai lupa makan…. INI CERITAKU APA CERITAMU… ”
seketika itu dalam hatinya dia hanya bisa berkata “oohh..bajingan,,bangsatt!!!!”
hasil tulisan dulu tahun 2014
Sang malaikat itu rupanya anak pindahan dari kota jauh. Seketika itu juga dia merasakan cinta akan aura wanita terindah. Hari demi hari dia lalui sambil menelan air neraka, dia pun mengingat si cantik dari surga.
Tekatnya kini telah bulat tuk uraikan kata cinta untuk sang wanita syurga. Gadis itu tak menolak karna dia tau “setiap orang pastilah berubah kalau orang itu mau mengubahnya” akan tetapi,sang gadis memberi 4 syarat:
1. Tak boleh mengulang dosa dosanya
2. Haruslah bertobat ke YANG KUASA
3. Ramahlah dalam tutur kata
4. Mengikuti dan mentaati aturan 1,2 dan 3
Demi cinta hal yang tersulit belum pernah dia hadapi kini iat aklukan begitu saja. Sampai akhirnya sifat yang tadinya bagai batu karang kini selembut sutra. Hari demi hari dia lalui bergelut dengan cinta.suatu saat diatak sengaja mendengar perkataan dokter dengan ayah kekasihnya. Kini dia pun tau bahwa sang kekasih mengidap sakit yang serius di pencernaanya. Kata diagnose dokter,hidupnya taksampai 3 bulan kedepan.
Hatinya hancur. Pecah begitu saja mendengar semuanya. Kan tetapi bukanlah air terlaknat yang mengobati depresi hidupnya, melainkan titik demi titik deras airmata sebagai penyejuk dalam hati. Itu Karena dia telah berjanji untuk senantiasa meninggalkan segenap dosanya.
Walaupun begitu sang laki laki tak mau terlihat murung didepan kekasihnya. Di berusaha ceria dan berusaha tuk membuat kekasihnya bahagia. Sesapai suatu malam dimana gerlip bintang menghilang, tepat tanggal dokter tentukan sang kekasih mencapai ajal. Tiba tiba sang kekasih memegang perutnya kesakitan,kini Senyumnya berubah sayu dia mengingat kini malam terakir untuk cintanya.
Ayah sanggadis pun datang,si cantik jelita itu serentak ingin beranjak. walau pemuda itu akan mengantar, tapi dirinya pun tak diijinkan melihat sang pujaan hati kesakitan. Dia hanya bisa menatap sepucuk surat yang sengaja dirangkai tangan mungil oleh kekasih tercintanya. Dengan air mata yang bergelimang deras membasahi setiap kata yang terangkai, dia mulai membaca.
“sayang kau embun pagiku…. hari hari banyak kita lewati bersama. Seakan kuncup yang dulu selalu mengkatup telah mekar bersamamu, karenamu. Aku sengaja tak memberi tau akan keadaanku. Tapi sepertinya kamu telah mengetahuinya. Mungkin waktuku telah dekat, tapi ku tak ingin melihatmu menangis. Ku ingin kau tetap seperti sekarang, kau yang baik yangbisa mengalahkan hasutan jahat. Yang bisa melindungi siapa yang kau cintai. Yang menepati janji …kini ku harus pergi,meninggalkan mu, jangan takut kasih,,,, ku takkan pergi lama,, ku hanya menemui seorang ,, seorang yang menyajikan mie instan tuk hilangkan sakit perutku akibat dari siang main-main sama kamu sampai lupa makan…. INI CERITAKU APA CERITAMU… ”
seketika itu dalam hatinya dia hanya bisa berkata “oohh..bajingan,,bangsatt!!!!”
hasil tulisan dulu tahun 2014
Comments
Post a Comment