'Aku' Merendahkan

Semena-mena menjadi biasa
Biasa dilakukan tanpa pertimbangan
Tanpa takut balasan akan mengikut
...
Sekedar meng-aku
Seenaknya kau berlaku
Tak lagi berhati-hati, mengerem diri
Senaknya memakai, memaksa, merusak dan porak poranda
Tanpa takut berdosa
...
Maka
Tuhan menitipkan, sebagai bekal kehidupan
Bukan memberi, agar kau tak sesuka diri
...
Apa arti kepemilikan ketika kau merendahkan?
Milikku! Punyaku! Milikku!
Lantas kau merusak!!!
Hingga....
Pantaskah kita berteriak 'Tuhanku!!!'?
...
Mungkin begitu alurnya
Sedemikian sehingga jalan yang tertawar
Belum ada saat untuk memiliki
Seperti halnya burung diatas mata angin
Agar sayap langkah terbebas menari
Kesana kemari, riang
Bukan terkekang aturan dan sepetak sungkan

Semarang, 3 September 2019

Comments

Popular posts from this blog

Salah

Cerita Senja