Cinta Bedebah
Kunci tak lagi bisa membuka gembok
Pagar jeruji, tetap kokoh berdiri
Tak goyah
Tak ada celah keluar
Tak ada celah masuk
Tak ada,
Harapan untuk melihat tanah lapang
Jeruji memisahkan
Memetak antar ruang
Ruang tawa
Ruang derita
Dan ruang ketiadaan
Tiada mu,
Membuat pengap bilik ini
Berair,
Tak ada manis hanya aroma amis
Dari aliran darah sebab tak ada lagi air mata untuk menangis
Tak ada tawa apalagi sederet canda
Hanya getirnya nanah dan perpisahan
Tak lagi ada syurga
Tak lagi ada bengawan
Yang mana hanya tertinggal lukisan
Lukisan yang pernah kau katakan
'Indah?' Ya lukisan teramat indah!
Kau melukis, mewarnai
Menempelkannya pada dinding ruang,
Dimana kita bangun romansa berdua
Dan kau keluar
Pamit, mengunci
Pergi dan tak kembali
Lukisan itu,
Masih ada
Masih terpampang disana
Dan saat burung kecil datang
Memberi sedikit kata,
Yang senyap
Namun sarat akan makna
Bahwa lukisan itu palsu
Seketika
Keindahan menjadi kehinaan
Dan inilah yang sekarang,
Dari pojokan ruang ketidak berdayaan
Tanpa gerak hanya kelumpuhan
Tak ada lagi yang bisa dibanggakan
Kecuali sedikit daya untuk marah
Pada skenario 'cinta bedebah'
Semarang, 25 Desember 2018
Pagar jeruji, tetap kokoh berdiri
Tak goyah
Tak ada celah keluar
Tak ada celah masuk
Tak ada,
Harapan untuk melihat tanah lapang
Jeruji memisahkan
Memetak antar ruang
Ruang tawa
Ruang derita
Dan ruang ketiadaan
Tiada mu,
Membuat pengap bilik ini
Berair,
Tak ada manis hanya aroma amis
Dari aliran darah sebab tak ada lagi air mata untuk menangis
Tak ada tawa apalagi sederet canda
Hanya getirnya nanah dan perpisahan
Tak lagi ada syurga
Tak lagi ada bengawan
Yang mana hanya tertinggal lukisan
Lukisan yang pernah kau katakan
'Indah?' Ya lukisan teramat indah!
Kau melukis, mewarnai
Menempelkannya pada dinding ruang,
Dimana kita bangun romansa berdua
Dan kau keluar
Pamit, mengunci
Pergi dan tak kembali
Lukisan itu,
Masih ada
Masih terpampang disana
Dan saat burung kecil datang
Memberi sedikit kata,
Yang senyap
Namun sarat akan makna
Bahwa lukisan itu palsu
Seketika
Keindahan menjadi kehinaan
Dan inilah yang sekarang,
Dari pojokan ruang ketidak berdayaan
Tanpa gerak hanya kelumpuhan
Tak ada lagi yang bisa dibanggakan
Kecuali sedikit daya untuk marah
Pada skenario 'cinta bedebah'
Semarang, 25 Desember 2018
Comments
Post a Comment